Polisi Harus Seret Pelaku Pembakaran Tukang Services Ampli ke Meja Pengadilan

Polisi Harus Seret Pelaku Pembakaran Tukang Services Ampli ke Meja Pengadilan

Peristiwa anarki yang dilakukan segelintir warga terhadap sesesorang yang disangka seorang pencuri menghentak batin kita semua. Karena nyatanya, pria yang dibakar hidup-hidup dan tewas tersebut justru disinyalir bukan seorang pencuri (masih dalam penyelidikan kepolisian), malah dari pengakuan para tetangga dan keluarga, ia adalah sosok yang rajin ibadah, sholat tepat waktu, suka membantu tetangga dan ikhlas dalam bekerja.

Sumber 1 : http://aceh.tribunnews.com/2017/08/03/sadis-pria-ini-tewas-dibakar-hidup-hidup-karena-dituduh-mencuri-ampli-masjid

Sumber 2 : http://news.liputan6.com/read/3046072/jeritan-istri-korban-pembakaran-hidup-hidup-di-bekasi

Sumber 3 : http://jabar.pojoksatu.id/bekasi/2017/08/03/polisi-buru-penganiaya-maling-amplifier-musollah-yang-dibakar-hidup-hidup/

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, pria yang memiliki seorang istri beserta calon anak, dan seorang bocah laki-laki berumur empat tahun itu kini telah tiada, sehingga tidak bisa dikonfrontir kronologi hati nahas tersebut. Lantas siapa yang harus disalahkan? Ketika rasa kemanusiaan kita terusik dengan aksi main hakim sendiri yang berujung besarnya kemungkinan salah sasaran, tentunya ini menjadi tanggungan kita yang harus dibenahi kedepannya.

Dari informasi yang Saya dapatkan, Pria bernama Joya ini adalah seorang tukang services ampli, yang kebetulan sedang menumpang sholat di sebuah mushola. Ia membawa ampli karena menurut penuturan istrinya, beliau akan menjual benda tersebut.

Karena takut amplinya hilang, maka ia membawanya ke dalam mushola, namun malah dikira pencuri, dan dihakimi dengan cara yang sangat tidak beradab. Padahal dengan usaha inilah ia menyuapi anak dan istrinya.

Saya sangat menyesalkan dan mengutuk keras peristiwa main hakim sendiri ini, meskipun seseorang bersalah, tidak seharusnya ia dihakimi tanpa menjalani proses pengadilan. Sangat tidak dibenarkan dengan alasan apa pun tindakan main hakim sendiri.

Saya berharap pihak kepolisian harus bisa menyerat siapa saja yang terlibat dalam tindakan keji ini ke pengadilan. Tindakan main hakim sendiri ini sudah masuk dalam kejahatan luar biasa dan siapapun yang terlibat harus mendapat hukuman berat. Kita semua harus paham betul bahwa Indonesia adalah negara hukum yang memegang teguh azas equality before the law.

Penuntasan kasus ini oleh polisi sangat penting sebagai pelajaran bagi kita semua bahwa siapapun tidak berhak menghabisi nyawa orang lain dengan alasan apapun. Saya sangat berharap polisi bisa segera mendapat titik terang dan segera menuntaskan kasus ini.

1 Response

  1. Boy

    Dasar so suci semua yg mukulin padahal mereka blm tentu bener, semoga allah swt membalas dan keluarga yg d tinggalkan bisa tabah

Leave a Reply

WhatsApp chat