Fahira Idris Menilai Tarif MRT Sudah Pas untuk Warga Jakarta

Fahira Idris Menilai Tarif MRT Sudah Pas untuk Warga Jakarta

Fahira Idris Menilai Tarif MRT Sudah Pas untuk Warga Jakarta

Moda transportasi massal baru di Indonesia telah mulai beroperasi. MRT resmi melayani angkutan pada minggu lalu. Kehadirannya diharapkan bisa mengurangi kemacetan dan bisa mengurangi kerugian ekonomi akibat ruwetnya lalu lintas di Ibukota Jakarta.

Namun dibalik itu, kita juga mendengar berita yang cukup heboh tentang perdebatan penetapan tarif MRT antara Pemprov dengan DPRD meskipun akhirnya kedua pihak telah sepakat untuk nilai besaran tarif MRT.

Pimpinan Komite I DPD RI Fahira Idris turut menyoroti soal tarif MRT. Menurutnya, tarif MRT harus dilihat dari berbagai sisi di antaranya adalah kesanggupan dan kemauan atau kemampuan warga, serta konsistensi tarif dari tahun ke tahun nantinya.

“Artinya tarif MRT ini tidak boleh naik di tahun-tahun mendatang secara cepat. Contoh sangat baik dari penetapan tarif adalah tarif transjakarta yang sejak ditetapkan pertama kali pada 2004 hingga detik ini tahun 2019 tidak mengalami perubahan yaitu tetap Rp3.500,” jelas Fahira Idris yang pada pemilu 2019 kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI dari dapil DKI Jakarta dengan nomor urut 29.

Fahira berpendapat bahwa besaran tarif harus benar-benar sesuai jika ditimbang dari berbagai sisi. Fahira sendiri menyambut baik kesepakatan yang terjadi antara Pemprov DKI Jakarta dengan DPRD soal pola tarif MRT. “Saya kira besaran tarif MRT memang harus mendasarkan pada jarak antarstasiun. Penumpang yang menempuh stasiun lebih sedikit atau jarah lebih pendek membayar lebih murah. Saya juga menyambut baik usulan tarif Rp 8.500 -Rp 10 ribu per 10 kilometer yang diusulkan DPRD dan pemprov DKI,” jelas Ketua Umum Bang Japar ini.

Kesepakatan nilai tarif tersebut, menurut Fahira sudah sangat tepat dan cocok untuk warga Jakarta agar bisa segera beralih ke moda transportasi MRT dalam aktifitasnya. “Saya rasa ini menjadi pilihan tarif yang tepat dan bisa menjadi jalan tengah. Menjadi jalan tengah kemampuan bayar warga dan juga sebagai jalan tengah agar warga mau beralih ke transportasi umum,” tutup Fahira.

1 Response

Leave a Reply