Bangun Ekosistem Pendidikan, Maka Guru akan jadi Penggerak

Bangun Ekosistem Pendidikan, Maka Guru akan jadi Penggerak

Bangun Ekosistem Pendidikan, Maka Guru akan jadi Penggerak

Jakarta, 25 November 2019—Tidak dapat disangkal bahwa guru adalah lokomotif dan kunci kualitas dan kemajuan pendidikan. Namun meletakkan semua tanggung jawab atau menjadikan guru ‘awal dan akhir’ dari perubahan dunia pendidikan adalah paradigma yang kurang tepat. Tuntutan besar agar guru menjadi penggerak kemajuan pendidikan harus diiringi komitmen nyata dari negara untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendorong dan memudahkan guru terus meningkatkan kompetensinya.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, Peringatan Hari Guru harusnya tidak lagi sekedar seremoni atau hanya dipenuhi kata-kata motivasi. Namun menjadi momentum bagi Pemerintah untuk mengirimkan pesan optimisme kepada para guru di seluruh penjuru melalui kebijakan dan solusi konkret terhadap kompleksitas tantangan yang saat ini dihadapi guru terutama yang mengabdi di daerah-daerah yang penuh dengan keterbatasan.

“Guru terutama yang mengabdi di pelosok butuh segara ada ekosistem pendidikan yang membantu mereka agar optimal jadi lokomotif kemajuan dunia pendidikan. Ekosistem akan tumbuh jika ada dobrakan dari sisi regulasi, kecepatan pemenuhan infrastruktur (fasilitas, sarana dan prasana), kesempatan seluas-luasnya untuk meningkatkan kompetensi, dan dukungan penuh dari semua pemangku kepentingan (pemerintah daerah, sekolah, orang tua murid, komunitas, dan dunia usaha). Selama ekosistem pendidikan belum bersemai di semua sekolah, selama itu juga dunia pendidikan kita akan terus tertatih,” ujar Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (25/11).

Menurut Fahira, tantangan terbesar dunia pendidikan di Indonesia adalah luasnya cakupan wilayah Indonesia dan masih belum sempurnanya kualitas pendidikan mulai dari sistem belajar mengajar, kompetensi guru, infrastruktur, pemanfaatan teknologi, hingga rendahnya minat baca. Kompleksitas masalah inilah yang mengakibatkan pemeringkatan tingkat pendidikan Indonesia di dunia masih terus berkutat di papan bawah. Kondisi tersebut menjadi tugas berat kita semua, terutama bagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang dinakhodai Nadiem Makarim.

Jika ingin serius menjadikan guru sebagai motor kemajuan pendidikan Indonesia maka segeralah formulasikan strategi untuk membangun ekosistem pendidikan di tiap sekolah yang ada di penjuru Indonesia. Ekosistem pendidikan yang memudahkan guru meningkatkan kompetensi dan mengolaborasikan berbagai potensi para pemangku kepentingan adalah solusi efektif mengurai kompleksitas tantangan yang dihadapi sekolah dan guru.

“Negara-negara yang cakupan wilayah tidak luas dan penduduknya sedikit, tidak seberat Indonesia dalam membenahi kualitas guru dan sekolah. Namun, jika kita mampu menyemai ekosistem pendidikan di tiap sekolah, maka di manapun sekolah tersebut berada, para guru akan mendapat dukungan sehingga beban yang diberikan kepada guru sebagai kunci kemajuan pendidikan bisa berjalan optimal,” tukas Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI.

Menurut Fahira, tantangan terbesar dunia pendidikan di Indonesia adalah luasnya cakupan wilayah Indonesia dan masih belum sempurnanya kualitas pendidikan mulai dari sistem belajar mengajar, kompetensi guru, infrastruktur, pemanfaatan teknologi, hingga rendahnya minat baca. Kompleksitas masalah inilah yang mengakibatkan pemeringkatan tingkat pendidikan Indonesia di dunia masih terus berkutat di papan bawah. Kondisi tersebut menjadi tugas berat kita semua, terutama bagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang dinakhodai Nadiem Makarim.

Jika ingin serius menjadikan guru sebagai motor kemajuan pendidikan Indonesia maka segeralah formulasikan strategi untuk membangun ekosistem pendidikan di tiap sekolah yang ada di penjuru Indonesia. Ekosistem pendidikan yang memudahkan guru meningkatkan kompetensi dan mengolaborasikan berbagai potensi para pemangku kepentingan adalah solusi efektif mengurai kompleksitas tantangan yang dihadapi sekolah dan guru.

“Negara-negara yang cakupan wilayah tidak luas dan penduduknya sedikit, tidak seberat Indonesia dalam membenahi kualitas guru dan sekolah. Namun, jika kita mampu menyemai ekosistem pendidikan di tiap sekolah, maka di manapun sekolah tersebut berada, para guru akan mendapat dukungan sehingga beban yang diberikan kepada guru sebagai kunci kemajuan pendidikan bisa berjalan optimal,” tukas Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI.#

1 Response

Leave a Reply

WhatsApp chat