Anies Baswedan Bongkar Rumput di Jalan Sudirman, Fahira Idris Beri Penjelasan

Anies Baswedan Bongkar Rumput di Jalan Sudirman, Fahira Idris Beri Penjelasan

Rumput yang menjadi pembatas di antara halte bus dan trotoar di Jalan Jendral Sudirman Jakarta sempat menuai polemik karena dinilai menyulitkan penumpang yang akan turun maupun menaiki bus.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pun mengatakan rumput tersebut bersifat tidak permanen. Menanggapi hal itu, anggota DPD RI, Fahira Idris turut memberikan komentar melalui Twitter miliknya, @Fahiraidris, Kamis (26/7/2018).

Fahira mengatakan jika trotoar yang permanen saat ini belum selesai dibangun sehingga dipasangi rumput dahulu untuk sementara. Fahira pun meminta semua pihak untuk bersabar.

“Kenapa sementara ditanam rumput? Trotoar yg permanen belum selesai dibangun, oleh sebab itu untuk sementara dipasangi rumput karena nantinya mudah untuk dibongkar lagi dan dipasangi trotoar keras yang permanen, setelah perhelatan Asian Games usai.. Sabar ya Gaesss,” tulis Fahira.

Ia pun juga mentautkan berita yang dimuat oleh Kompas.com yang mengatakan Anies akan membongkar rumput yang memisahkan halte dan trotoar di Jalan Jendral Sudirman.

“Sekarang ini memang sebagian belum dipasang trotoar keras karena masih rumput. Rumput ini sebenarnya temporer,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (25/7/2018).

Anies mengatakan hal ini karena revitalisasi trotoar memang belum selesai dilakukan.

Trotoar dipasangi rumput karena nantinya mudah untuk dibongkar lagi dan dipasangi trotoar keras. “Kami siapkan rumput karena jauh lebih mudah dibongkar kembali. Karena tempat itu belum selesai dibangun, ini temporer saja,” kata dia.

Di trotoar Jalan Sudirman, memang ada area rumput atau taman yang menjadi pemisah trotoar keras dengan jalan raya.

Ukuran area rumput tersebut cukup lebar. Sayangnya, area rumput ini memisahkan halte dengan jalan raya yang menjadi tempat bus berlalu lalang. Masyarakat yang ingin naik bus harus memutar terlebih dahulu agar bisa naik bus.

“Ya sayang ya jadi harus muter cukup jauh. Dulu sebelum ada taman gini sih sudah langsung ke trotoar enggak perlu jalan muter begini,” kata Ario, salah seorang penumpang bus Metrotrans.

Namun, tak semua penumpang bus punya pikiran yang sama dengan Ario. Ada juga yang memilih jalan pintas dengan melintasi jalur hijau tersebut. Padahal, rumput yang ada di sana tampak baru ditanam.

“Saya juga bingung kalau muter jadi agak jauh terus khawatir keserempet juga jadi ya nekat motong aja deh,” kata Heri, penumpang lain yang nekat melintasi area rumput. Arini, warga yang tengah menunggu bus, berharap agar letak halte-halte tersebut bisa diatur ulang supaya tidak menyulitkan para penggunanya.

“Sebenarnya bagus-bagus saja sih dikasih taman gini, tapi kita yang naik bus jadi repot harus muter agak jauh. Kalau hujan kan juga becek. Harapannya ya dirapikan lagi deh supaya gampang naik-turunnya (ke bus),” katanya. tribunnews

Leave a Reply