PSBB Transisi Diperpanjang : Pemprov DKI Sudah Maksimal Jalankan 3T, Mari Kita Balas dengan 3M

Penetapan Zona Hijau-Kuning Sebagai Dasar Pembukaan Sekolah Diminta Dievaluasi

PSBB Transisi Diperpanjang : Pemprov DKI Sudah Maksimal Jalankan 3T, Mari Kita Balas dengan 3M

Jakarta, 28 Agustus 2020—Setelah mencermati dan mempertimbangan kondisi terakhir penanggulangan Covid-19 di wilayah Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk kembali memperpanjang PSBB Masa Transisi hingga 10 September 2020. Kebijakan perpanjangan ini juga diambil setelah berkonsultasi dengan dengan para epidemiolog dan hasil dari koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, sebagai ibu kota dan pusat berbagai aktivitas terutama ekonomi, Jakarta memang punya tantangan tersendiri dalam percepatan penanggulangan Covid-19. Besarnya ritme dan geliat aktivitas di kota ini menjadi salah satu tantangan besar Pemprov DKI Jakarta dan warga Jakarta untuk bergerak bersama mengendalikan laju penyebaran Covid-19.

“Itulah kenapa, sejak awal virus ini hadir, Pemprov DKI terus melangkah lebih cepat karena memang tantangan di Jakarta lebih kompleks. Saat ini Jakarta menjadi yang terdepan dan sudah maksimal menjalankan testing, tracing, treatment atau 3T. Saya mengajak warga Jakarta unutuk membalasnya dengan disiplin dan konsisten jalankan 3M yaitu memakai masker dengan baik dan benar, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak aman 1 sampai 2 meter,” ujar Fahira Idris di Jakarta (28/8).

Menurut Fahira, banyak inisiatif percepatan penanggulangan Covid-19 yang dimulai dari Jakarta. Sebut saja inisiatif pembentukan Tim Tanggap Covid-19, membagikan jutaan masker kain dan mewajibkan memakainya saat berada di luar rumah, sampai inisiatif memberi sanksi pelanggaran protokol kesehatan, semuanya dimulai dari Jakarta. Terakhir, Jakarta menjadi daerah yang paling terdepan dalam menerapkan 3T yaitu pertama testing yang sudah hampir 4 kali lipat standar yang dianjurkan WHO. Kedua, tracing dengan metode active case finding (puskesmas proaktif melakukan tes Covid-19 ke komunitas atau orang yang kemungkinan besar punya potensi tertular). Ketiga treatment yaitu kesiapan tindakan medis dan kesiapan fasilitas kesehatan.

Peningkatan kapasitas tes di Jakarta yang sudah hampir 4 kali lipat standar yang dianjurkan WHO, sambung Fahira, adalah modal utama mengendalikan pandemi ini. Modal itu akan semakin kuat jika ditambah dengan peningkatan disiplin masyarakat mematuhi protokol kesehatan terutama pakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan jaga jarak.

“Saat 3T yang menjadi tanggung jawab Pemprov DKI sudah maksimal dipadu dengan penerapan 3M oleh warga yang juga maksimal, Insya Allah, kita bisa mengendalikan penyebaran virus ini. Oleh karena itu perpanjangan PSBB ini harus menjadi ruang bagi kita sebagai warga meningkatkan komitmen untuk lebih disiplin dan konsisten terapkan 3M,” pungkas Fahira Idris. #

1 Response

  1. Palansa

    Ada 1 yg lupa dilakukan yaitu memodifikasi moda transportasi masal dg cara menghilangkan opsi berdiri bagi penumpang sebab yg berdiri tdk bisa dibatasi oleh petugas sehingga tidak berjarak, contoh di komuter.

Leave a Reply

WhatsApp chat