Jumpa Fahira Idris, Manny Pacquiao (Pacman) Ingin Berkunjung Ke Jakarta

Jumpa Fahira Idris, Manny Pacquiao (Pacman) Ingin Berkunjung Ke Jakarta

Jumpa Fahira Idris, Manny Pacquiao (Pacman) Ingin Berkunjung Ke Jakarta

Pada senin (20/11) di Manila, Badan Kehormatan Senat Philipina menerima lawatan Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Kedua Lembaga perwakilan rakyat ini saling bertukar informasi terkait pengelolaan badan etik dari kelembagaan masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komite III DPD RI sempat berbincang dengan salah satu Senator Filipina yang nama nya tidak asing didengar. Ya, dia adalah Manny Pacquiao (Pacman) yang merupakan salah satu dari 12 senator baru yang terpilih pada 2016 lalu untuk duduk di Majelis Tinggi berdasarkan pemilihan umum, setelah mendapat 16 juta suara. Sebagian pihak memandang pemilihan salah satu nama paling terkenal di dunia tinju ini akan membuka jalan bagi usahanya di masa depan untuk menuju ke kursi presiden.

Sosok Pacquiao

Semua keberhasilan yang diperoleh Pacquiao patut kita jadikan pelajaran. Dengan fokus pada keahlian yang dimiliki, bisa mengantarkannya seseorang meraih kejayaan. Seperti halnya Pacquiao, yang merupakan petinju dari benua Asia pertama yang berhasil meraih gelar juara tinju profesional di enam kelas berbeda, atau petinju kedua di dunia setelah Oscar de la Hoya.

Petinju Filipina ini adalah petinju pertama yang berhasil merebut tujuh gelar di tujuh kelas yang berbeda (lima gelar juara dunia dari lima kelas berbeda dan dua gelar dari Ring Magazine untuk kelas bulu dan welter junior). Hal yang menarik adalah walaupun dia ini bertinju dengan gaya kidal serta memiliki pukulan kiri mematikan tetapi dalam kesehariannya dia sebenarnya bukan orang kidal. Manny Pacquaio adalah seorang right-handed dalam kesehariannya.

Pacquiao lahir di kota terpencil dan miskin di Kibawe, Bukidnon, Filipina. Saat berusia dua tahun, Pacquiao dan keluarganya pindah masuk ke pedalaman di Tango, Provinsi Sarangani.  Di sini, keluarga ini tinggal di rumah petak dengan hanya satu ruangan. Di Tango, Pacquiao muda harus naik turun bukit untuk mendapatkan makanan maupun air bersih. Dalam otobiografi miliknya, Pacquiao menyebut kebiasaan membawa air naik turun bukit jauh lebih bermanfaat membentuk otot tubuhnya ketimbang latihan di pusat kebugaran.

Pacquiao Ingin Kejakarta

Dalam perbincangan dengan Fahira Idris, Pacquaio sang legenda tinju internasional sangat kondang asal kota Philipina ini mengutarakan keinginannya untuk berkunjung ke Jakarta.

Leave a Reply