Ketua Umum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) Fahira Idris secara resmi membuka Pendidikan dan Latihan (Diklat) Satuan Tugas (Satgas) Bang Japar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (10/1). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses konsolidasi dan penguatan kapasitas Satgas Bang Japar dalam menyongsong hampir satu dekade perjalanan organisasi yang konsisten mengusung semangat berbuat dan bermanfaat.
Dalam arahannya, Fahira Idris menegaskan bahwa Diklat Satgas bukan sekadar pelatihan fisik atau kedisiplinan baris-berbaris, melainkan proses pembentukan karakter, akhlak, dan kepemimpinan. Ia menekankan bahwa Satgas Bang Japar harus hadir sebagai pelindung masyarakat, peneduh di tengah konflik, serta mitra strategis aparatur negara dalam menjaga ketertiban sosial.
“Bela negara hari ini bukan hanya soal angkat senjata. Bela negara adalah sikap hidup, disiplin, berakhlak, peduli, berbuat dan bermanfaat untuk masyarakat. Di titik inilah Satgas Bang Japar mengambil peran,” ujar Fahira Idris di sela-sela Diklat Satgas Bang Japar (10/1).
Fahira Idris yang juga Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta ini menyampaikan bahwa Bang Japar yang berdiri sejak 25 Februari 2017 kini memasuki fase pendewasaan organisasi. Menurutnya, perjalanan menuju satu dekade bukan semata soal usia, tetapi tentang keteguhan nilai, konsistensi pengabdian, serta dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Aktivis perempuan ini menekankan bahwa Satgas Bang Japar adalah wajah organisasi di tengah masyarakat.
Melalui Diklat ini, Bang Japar menetapkan lima tujuan utama, yakni membentuk Satgas yang berakhlak, bermoral, dan berwibawa, menanamkan disiplin, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan, memperkuat wawasan kebangsaan dan semangat bela negara agar tidak mudah diadu domba dan diprovokasi, menanamkan kerelaan berkorban demi bangsa dan negara dan memperkokoh peran Satgas Bang Japar di tengah masyarakat melalui kolaborasi dengan TNI, Polri, aparat pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Bagi Fahira Idris, penguatan etika Satgas di lapangan menjadi hal yang sangat krusial. Setiap persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan potensi konflik, kata dia, harus dikedepankan melalui musyawarah serta koordinasi dengan aparat terkait. Prinsip satu visi, satu misi, dan satu komando menjadi fondasi agar Satgas Bang Japar bergerak tertib, solid, dan bermartabat.
Fahira Idris berharap Diklat Satgas ini melahirkan kader-kader yang matang secara karakter, siap mengabdi, dan konsisten menjadikan nilai berbuat dan bermanfaat sebagai jalan hidup. Ia menegaskan bahwa kebermanfaatan sosial adalah ukuran utama keberhasilan Bang Japar dalam mengabdi kepada umat, bangsa, dan negara.
“Terus Berbuat adalah ajakan agar kita tak pernah lelah menanam kebaikan. Semakin Bermanfaat adalah doa sekaligus target agar setiap langkah Bang Japar dari waktu ke waktu semakin dirasakan dampaknya bagi umat, bangsa, dan negara,” pungkas Fahira Idris. #





