Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Fahira Idris: Pancasila Penuntun Etika Pelajar di Era Digital
Senator Dapil DKI Jakarta
Senator Dapil DKI Jakarta

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Fahira Idris: Pancasila Penuntun Etika Pelajar di Era Digital

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris, menegaskan bahwa Pancasila idealnya menjadi penuntun etika pelajar dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks. Di tengah derasnya arus informasi, media sosial, dan kemajuan teknologi, pelajar perlu memiliki landasan nilai yang kuat agar mampu bersikap bijak, beradab, dan bertanggung jawab.

“Di era digital, pelajar tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara etika. Pancasila hadir sebagai penuntun agar kebebasan berekspresi di dunia digital tetap berlandaskan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan tanggung jawab,” ujar Fahira Idris di sela-sela Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) di Kepulauan Seribu, Senin (9/2).

Senator Jakarta ini menjelaskan bahwa dunia digital membawa peluang besar bagi pelajar untuk belajar, berkreasi, dan berjejaring. Namun di sisi lain, terdapat tantangan serius seperti hoaks, perundungan siber, ujaran kebencian, dan polarisasi yang dapat merusak karakter generasi muda jika tidak disikapi dengan bijak.

“Pancasila dapat menjadi filter nilai dalam bermedia sosial. Nilai-nilai Pancasila mengajarkan pelajar untuk berpikir kritis, menghargai perbedaan, dan menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab,” jelasnya.

Menurut Fahira Idris nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengingatkan pelajar agar tidak melukai orang lain melalui kata-kata di ruang digital, sementara Persatuan Indonesia menjadi pengingat bahwa perbedaan pendapat tidak boleh berujung pada perpecahan.

Aktivis perempuan yang juga pemerhati pendidikan ini juga menekankan peran strategis sekolah dan guru dalam membentuk karakter digital pelajar. Literasi digital, menurutnya, tidak cukup hanya mengajarkan kemampuan teknis, tetapi juga harus disertai pendidikan etika berbasis Pancasila.

“Guru memiliki peran penting sebagai teladan dalam berkomunikasi yang santun, adil, dan menghargai perbedaan. Sekolah adalah ruang awal untuk menanamkan karakter Pancasilais di era digital,” ujarnya.

Pelajar hari ini, lanjut Fahira Idris adalah pemimpin Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, pembekalan nilai-nilai Pancasila sejak dini menjadi investasi penting untuk menjaga kualitas demokrasi dan persatuan bangsa.Pelajar yang beretika di dunia digital adalah pelajar yang siap memimpin Indonesia. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, generasi muda akan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif dan membangun masa depan bangsa.

“Pancasila akan tetap hidup jika diamalkan dalam tindakan sehari-hari. Dari cara kita berbicara, bersosialisasi, hingga berinteraksi di dunia digital,” pungkasnya. #

Related Posts

Leave a Reply

Sampaikan aspirasimu!